Lelang

PU Bina Marga Jatim Bantah Tudingan LSM

30-12-2012, 602 view
dinas pekerjaan umum binamarga provinsi jawa timur

Kadis PU Bina Marga Provinsi Jatim Dachlan membantah telah melakukan tahapan lelang tidak sesuai prosedur yang berlaku. Ini terkait kasus pelaksanaan tender proyek peningkatan jalan Pacitan-Ponorogo senilai Rp 10 miliar.

Sebelumnya, Masyarakat Pemantau Pelaksanaan Program dan Kebijaksanaan Pemerintah (MP3KP) Jatim mengancam akan melaporkan Dinas PU Bina Marga ke polisi. Ini karena nama pemenang lelang yang mestinya disebutkan, tetapi kenyataannya tidak dan langsung memasuki sanggahan pemenang.

"Kami sama sekali tidak menutup-nutupi proses pemilihan penyedia barang/jasa pada paket pekerjaan peningkatan jalan tersebut," katanya dikonfirmasi, Jumat (15/6/2012).

Menurut dia, yang terjadi hanya karena data tahapan proses pelelangan proyek lewat lelang e-Proc tersebut tidak bisa di-upload di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) milik pemprov.

"Kenapa tidak bisa di-up load, ya karena semua rekanan telah dinyatakan gugur, tidak ada yang lolos," ujarnya.

Dachlan menjelaskan, sesuai dengan data di LPSE, bahwa tahapan-tahapan tender proyek telah dilakukan, termasuk evaluasi teknis. Begitu memasuki evaluasi teknis, seluruh rekanan yang ikut dalam proses tender dilihat satu per satu.

Dikatakan dia, ada 7-9 rekanan yang ikut dalam tender proyek itu. Hasil evaluasi teknis dinyatakan ternyata tidak satu pun dari rekanan yang ikut memenuhi standar secara teknis, sehingga tender tersebut dinyatakan gagal lelang.

"Semua rekanan dinyatakan gugur. Begitu tidak lolos, maka data tidak bisa di-upload karena sistem soft ware-nya dirancang seperti itu," jelasnya.

Sehingga, lanjut dia, proses tahapan pengumuman lelang yang mestinya bisa dilihat melalui aplikasi LPSE pun tidak bisa dilakukan. "Makanya, kenapa rekanan kesulitan mengakses, ya karena sistemnya seperti itu, bukan karena lainnya," imbuhnya.

Dia mengakui sistem software seperti itu memiliki kekurangan. Mestinya, lanjut dia, apa pun hasil evaluasi bisa di-up load, sehingga bisa diketahui. Karena itu, dirinya akan mengajukan ke Jakarta agar sistemnya dirubah. "Pengalaman ini kami ajukan ke Jakarta," janjinya.

Disinggung soal penyebab atas gugurnya semua rekanan, dia mengatakan karena masalah teknis. Di antaranya adalah tenaga teknis konstruksi. Rata-rata tenaga yang diajukan pihak rekanan bukan tenaga teknis yang punya pengalaman dan mengerti betul terhadap konstruksi, tetapi hanya tenaga pengawas atau konsultan.

Karena tidak ada satu pun rekanan yang lolos, tambah dia, maka pihaknya akan melakukan tender ulang. Hanya saja persoalannya, waktunya sudah sangat mepet. Padahal, tahapan proses pelelangan butuh waktu yang panjang. Untuk itu, pihaknya akan minta izin ke DPRD Jatim, mengingat proyek tersebut didanai oleh APBD Jatim 2012.

"Kami akan minta izin ke dewan, apa ditenderkan ulang atau seperti apa. Ada beberapa alternatif yang bisa diambil, yakni tetap melanjutkan tender proyek tersebut bersamaan dengan tender proyek yang masuk PAK atau menjadikan sebagai proyek multiyears," pungkasnya.


KOMENTAR
1 thn lalu
hanifur rahman (kota sumenep) menulis:
sebaiknya dilaksanakan kau semua surat persejujuannya sudah lengkap, mendapatkan izin dari warga sekitar, kalau bisa di libatkan mengawasi pengerjaannya untuk meminimalisil terjadinya penyelewengan..................
  * Wajib diisi